Platform Supervisi Digital Klinis
SuperKlin_TIRTA
Sistem Supervisi Klinis Digital berbasis Coaching alur TIRTA (Tujuan, Identifikasi, Rencana Aksi, Tanggung Jawab) utuh untuk kemajuan mutu pembelajaran.
Dialog coaching, jadwal, dan bukti observasi dalam satu layar
Filosofi Coaching TIRTA
Dialog yang menumbuhkan kemandirian guru, bukan sekadar penilaian.T
Tujuan
Menyepakati arah coaching
I
Identifikasi
Menggali fakta & potensi
R
Rencana Aksi
Strategi perbaikan
TA
Tanggung Jawab
Komitmen RTL (Rencana Tindak Lanjut)
4 Tahapan Supervisi Klinis Digital
Alur berurutan pendampingan profesional guru secara utuh.1
Pra-Observasi
Percakapan awal kesepakatan target & fokus mengajar alur TIRTA.
2
Observasi
Unggah RPP/Modul Ajar & pengamatan via kelas langsung / video.
3
Pasca-Observasi
Percakapan refleksi TIRTA utuh berbasis bukti fakta kelas.
4
Tindak Lanjut
Program pengembangan diri, unggah bukti kegiatan, & siklus baru.
Acuan Pertanyaan Coaching
Dapat dipakai sebagai pedoman percakapan supervisor dan guru.| Tahap | Fokus | Contoh pertanyaan / hasil |
|---|---|---|
| TTujuan | Menetapkan hasil yang ingin dicapai dalam supervisi. | “Aspek pembelajaran apa yang ingin Bapak/Ibu perbaiki pada pertemuan ini?” Tujuan disepakati secara spesifik. |
| IIdentifikasi | Mengenali kondisi aktual, kekuatan, tantangan, dan bukti yang tersedia. | “Apa yang sudah berjalan baik? Bagian mana yang masih menantang?” Hasil berupa pemetaan kondisi dan kebutuhan. |
| RRencana Aksi | Menentukan langkah perbaikan yang konkret dan dapat dilaksanakan. | “Langkah apa yang akan dicoba? Dukungan apa yang dibutuhkan?” Hasil berupa rencana aksi dan indikator. |
| TATanggung Jawab | Memastikan komitmen, waktu pelaksanaan, dan cara memantau kemajuan. | “Kapan akan dilaksanakan dan bukti apa yang menunjukkan kemajuan?” Hasil berupa komitmen dan jadwal tindak lanjut. |